Jumat, 08 Januari 2016

5 Wisata Air Terjun Eksotis di Bali
wisata air terjun bali
Tabloid-Nakita.com - Jika Anda berpikir yang keren dari Bali hanya pantainya saja, Anda perlu baca artikel ini. Wajar jika Bali identik dengan pantai, lihat saja berapa banyak hotel di Bali yang ada di sekitar pantai.  Salah satu rekomendasi wisata di Bali selain pantai adalah wisata air terjun. Keunikan wisata air terjun di Bali adalah lokasinya yang tersembunyi sehingga belum banyak dikunjungi turis. Beberapa wisatawan mancanegara memanfaatkan lokasi wisata air terjun di Bali yang asri dan sepi sebagai tempat meditasi.

Berikut 5 wisata air terjun super keren di Bali yang hanya diketahui masyarakat Bali:
1. Wisata Air Terjun Nungnung
Air Terjun Nungnung memiliki tinggi sekitar 50 meter yang setara dengan setengah tinggi Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Lokasinya di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung atau sekitar 1 jam berkendara dari Denpasar, Bali.
Air Terjun Nungnung dikelilingi hutan dengan bebatuan besar di bawahnya. Anda harus berjalan sekitar 15 menit menyusuri hutan, bukit, persawahan dan lebih dari 500 anak tangga untuk mencapai Air Terjun Nungnung.
Harga tiket masuk Air Terjun Nungnung sekitar Rp 3.000 per orang.
(Harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

2. Wisata Air Terjun Aling-Aling
Air Terjun Aling-Aling adalah yang terunik dibanding yang lainnya karena memiliki dua aliran air dengan kecepatan berbeda. Air Terjun Aling-Aling memiliki ketinggian sekitar 35 meter atau setara dengan tinggi Monumen Selamat Datang di Jakarta.
Air Terjun Aling-Aling berada di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng atau sekitar 2 jam berkendara ke arah utara dari Denpasar, Bali.
Untuk mencapai Air Terjun Aling-Aling Anda harus berjalan kaki sekitar 15 menit atau 400 meter melewati persawahan. Anda akan menemukan beberapa air terjun kecil sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Aling-Aling.
Harga tiket masuk Air Terjun Aling-Aling sekitar Rp 5.000 per orang.
(Harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

3. Wisata Air Terjun Blemantung
Bagi penyuka kopi, Air Terjun Blemantung setinggi sekitar 50 meter ini bisa jadi tempat favorit. Aroma kopi kadang bisa Anda rasakan di antara gemuruh suara air karena banyak terdapat perkebunan kopi di sekitar Air Terjun Blemantung.
Air Terjun Blemantung berada di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Untuk mencapainya, Anda bisa berkendara ke arah barat laut sekitar 2 jam atau sekitar 72 km dari Denpasar, Bali. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 400 meter atau 15 menit melewati perkebunan kopi.
Anda bisa mengunjungi Air Terjun Blemantung secara gratis setiap hari.

4. Wisata Air Terjun Sekumpul

Air Terjun Sekumpul memiliki tinggi sekitar 100 meter. Keindahannya terletak pada aliran air yang terbagi menjadi tujuh aliran.

Air Terjun Sekumpul berlokasi di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Anda bisa mencapai Air Terjun Sekumpul dengan berkendara sekitar 2 jam atau 80 km dari Denpasar, Bali.
Anda bisa mengunjungi Air Terjun Sekumpul setiap hari.

Harga tiket masuk Air Terjun Sekumpul sekitar Rp 5.000 per orang.
(Harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu)

5. Wisata Air Terjun Tegenungan

Air Terjun Tegenungan adalah air terjun dengan akses termudah dibanding lokasi air terjun lainnya. Air Terjun Tegenungan berada di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Anda hanya butuh berkendara sekitar 30 menit berkendara atau sekitar 20 km dari Denpasar, Bali.
Air Terjun Tegenungan memiliki tinggi sekitar 50 meter. Kolam air di bagian bawah air terjun cukup dalam jika Anda ingin melompat dari salah satu dinding air terjun yang setinggi sekitar 4 meter.
Anda bisa mengunjungi Air Terjun Tegenungan secara gratis setiap hari.

1. Air Terjun Gitgit

Air Terjun Gitgit Buleleng Bali
Klik Disini! Untuk Info Lebih Detail Tentang Air Terjun Gitgit.

2. Air Terjun Melanting

Air Terjun Melanting Buleleng
Klik Disini! Untuk Info Lebih Detail Tentang Air Terjun Melanting.

3. Air Terjun Les

air terjun les buleleng
Klik Disini! Untuk Info Lebih Detail Tentang Air Terjun Les.

4. Air Terjun Sekumpul

Air Terjun Sekumpul
Klik Disini! Untuk Info Lebih Detail Tentang Air Terjun Sekumpul.

5. Air Terjun Tegenungan

air terjun tegenungan
6 AIR TERJUN TERINDAH DI BALI Posted in Labels: Sisi Lain Bali | at 07:50 Menikmati kesegaran Air Terjun Melanting P ernahkah Anda mengunjungi air terjun ketika berlibur ke Bali? Atau mungkin Anda tidak tahu kalau ada air terjun di Bali? Memang belum banyak turis yang tahu kalau di Bali ada air terjun. Paling banter turis hanya mengenal Air Terjun Gitgit yang letaknya tidak begitu jauh dari Kawasan Wisata Bedugul. Para turis belum banyak yang tahu keberadaan air terjun lainnya. Padahal Bali memiliki banyak air terjun cantik yang tersebar di berbagai sudut pulau. Kalau dihitung-hitung jumlahnya ada belasan. Sebagian besar air terjun tersebut berada di wilayah Bali Utara (Kabupaten Buleleng). Dengan wilayah yang berbukit-bukit dan banyak gunung, membuat Kabupaten Buleleng memiliki banyak air terjun. Namun, air terjun di Bali bukan hanya di Kabupaten Buleleng. Ada juga air terjun di wilayah kabupaten lainya. Berikut delapan air terjun terindah di Bali yang layak Anda kunjungi ketika berlibur ke Bali. Ketujuh air terjun ini letaknya tersebar di berbagai sudut Pulau Bali. Jangan lupa, siapkan stamina yang prima ketika akan mengunjungi berbagai air terjun berikut, karena Anda akan melewati medan yang cukup menantang dan harus naik turun tangga. 1. Air Terjun Tegenungan Inilah air terjun yang letaknya paling dekat dengan Kota Denpasar dan satu-satunya air terjun yang letaknya bukan di dataran tinggi atau pegunungan. Air Terjun Tegenungan berada di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Jaraknya hanya sekitar 16 km dari Denpasar atau 30 menit berkendara. Air terjun di Sungai Tukad Petanu ini cukup unik. Meski tidak begitu tinggi (tingginya hanya sekitar empat meter), debit airnya sangat deras. Airnya juga bersih dan bening. Sangat cocok untuk mandi atau sekedar bermain-main air. Air Terjun Tegenungan Pemandangan alam di sekitar Air Terjun Tegenungan cukup indah, dengan pepohonan yang hijau dan asri. Di dekat air terjun telah dibangun tempat pemandian dengan beberapa pancuran yang berasal dari mata air alami. Penduduk sekitar sering mandi dan mengambil air untuk konsumsi sehari-hari di pemandian tersebut, terutama pada pagi dan sore hari. Kalau Anda mau, Anda juga bisa mandi di sana. Pemandian di dekat Air Terjun Tegenungan Untuk mencapai Air Terjun Tegenungan, dari tempat parkir, Anda harus menuruni ratusan anak tangga dan menyusuri tepian Sungai Tukad Petanu. Pada waktu turun menuju air terjun, mungkin tidak terlalu menguras tenaga. Namun, saat harus kembali ke tempat parkir, ketahanan fisik Anda cukup diuji. Lumayan lah! Hitung-hitung jalan-jalan sambil olahraga. Anda tidak perlu khawatir, bila kehausan atau kelaparan setelah bermain-main di Air Terjun Tegenungan. Di tempat parkir, tersedia warung-warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan. Anda bisa makan dan minum di warung tersebut sambil menikmati keindahan Air Terjun Tegenungan dari kejauhan. Bagi pecinta fotografi, sebaiknya Anda datang ke Air Terjun Tegenungan pada siang atau sore hari, agar Anda bisa mendapatkan foto-foto yang bagus. Pasalnya air terjun ini menghadap ke barat. Kalau Anda datang di pagi hari, Anda akan kesulitan untuk mendapatkan foto yang bagus karena cahaya yang masuk ke kamera Anda akan kalah dengan sinar matahari pagi yang terik sehingga foto-foto Anda akan over exposed. Siang atau sore hari, saat matahari sudah agak tinggi ataupun condong ke barat adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Air Terjun Tegenungan. Getting There Dari Denpasar arahkan kendaraan Anda menuju Sukawati/Gianyar. Setelah melewati Pasar Seni Sukawati, teruskan perjalanan Anda sampai tiba di perempatan jalan dengan lampu merah dan ada penunjuk arah ke Tegenungan. Dari perempatan tersebut, Anda belok kanan sejauh 1500 meter, dan sampailah Anda di Air Terjun Tegenungan. 2. Air Terjun Dusun Kuning Sekitar 3 km di sebelah selatan Kota Bangli, tepatnya di Desa Taman Bali, ada sebuah air terjun bernama Air Terjun Dusun Kuning. Dinamakan Air Terjun Dusun Kuning, karena lokasi air terjun ini terletak di Dusun Kuning, Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter di atas permukaan Sungai Tukad Melangit yang mengalir ke arah selatan. Air terjun ini benar-benar masih alami dan belum diketahui banyak orang (kecuali penduduk setempat) karena letaknya tersembunyi. Untuk mencapainya, butuh usaha dan perjuangan karena akses menuju air terjun ini sangat sulit. Dari Desa Umanyar, Anda harus berjalan melalui ladang penduduk hingga tiba di atas tebing, di tepi Sungai Melangit. Dari tebing tersebut, Anda harus berjalan turun untuk mencapai air terjun. Sayangnya, jalan turun menuju air terjun sangat sulit dan berbahaya. Anda harus menuruni tebing dengan berjalan mundur dengan berpegangan pada akar-akar pepohonan, karena tebing berdiri tegak 90 derajat. Selain itu, jalan tersebut sebagian masih tertutup rumput dan semak-semak yang rimbun. Tidak ada anak tangga ataupun pegangan tangan buatan di tebing tersebut. Hanya Anda yang bernyali besar yang sanggup melewati jalan sulit untuk mencapai air terjun ini. Sebaiknya, Anda berkunjung ke Air Terjun Dusun Kuning pada musim kemarau, di mana tebing/tanah dalam keadaan kering. Pada saat musim penghujan, tebing tersebut sangat licin dan berbahaya karena rawan longsor. Air Terjun Dusun Kuning Getting There Dari Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Bangli baik lewat Sukawati/Gianyar maupun lewat Jalan By Pass Ida Bagus Mantra. Ketika tiba di Desa Taman Bali (kira-kira 3 km sebelum Kota Bangli), pelankan laju kendaraan Anda hingga melihat sebuah pertigaan, dengan jalan ke arah kanan. Beloklah ke kanan dan ikuti jalan tersebut sampai Anda tiba di sebuah pertigaan, dekat pabrik air minum “NON MIN.” dari pertigaan tersebut, beloklah ke kanan sampai ujung jalan di dekat rumah penduduk. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki, kira-kira sejauh 300 meter untuk mencapai Air Terjun Dusun Kuning. 3. Air Terjun Blemantung Air Terjun Blemantung terletak di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Jaraknya sekitar 70 km dari Denpasar atau sekitar dua jam berkendara. Akses jalan menuju Air Terjun Blemantung cukup baik karena Desa Pujungan dilewati Jalan Raya Denpasar - Seririt - Singaraja. Perjalanan menuju air terjun ini sangat menyegarkan mata karena di sepanjang jalan (terutama setelah melewati pertigaan Desa Antosari, Tabanan), mata Anda akan dimanjakan pemandangan sawah bertingkat yang hijau dan indah. Kabupaten Tabanan memang sentra penghasil beras terbesar di Bali sehingga sawah bertingkat yang indah mudah Anda jumpai di berbagai sudut kabupaten ini. Jalan menuju Air Terjun Blemantung Air Terjun Blemantung letaknya tersembunyi di antara tebing-tebing yang tinggi. Dari jalan raya utama Desa Pujungan jaraknya sekitar 1500 meter. Jalan masuk menuju air terjun ini cukup unik. Sekitar 1 km, jalan berupa jalan tanah, dengan paving semen di kanan dan kiri (untuk roda mobil). Selanjutnya jalan berganti menjadi jalan tanah berbatu yang becek di musim hujan. Setelah melewati jembatan yang menanjak (miring), jalan berganti menjadi jalan setapak yang menanjak di antara perkebunan kopi penduduk. Cukup menguras tenaga memang. Namun pemandangan yang Anda dapatkan sepadan dengan perjuangan Anda. Air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter akan menyambut kedatangan Anda. Air yang bening dan segar dengan kolam kecil di bawahnya sangat menggoda siapa saja untuk mandi di sana. Apalagi air terjun ini letaknya benar-benar tersembunyi di tengah perkebunan kopi yang jauh dari perkampungan penduduk. Suasana di sekitar Air Terjun Blemantung masih benar-benar alami. Tidak ada bangunan apapun di sekiitar air terjun selain pura dan gazebo yang kondisinya sudah memprihatinkan. Jadi, Anda bisa bermain-main dengan leluasa tanpa takut terganggu pengunjung lain. Air Terjun Blemantung Sebenarnya ada tiga buah air terjun di Air Terjun Blemantung. Air terjun pertama (yang lebih tinggi), letaknya di dekat sebuah sebuah pura, dengan ketinggian sekitar 50 meter. Air terjun kedua yang lebih kecil, letaknya di bawah air terjun pertama, dan terpisah jarak sekitar 200 meter. Untuk menuju air terjun kedua, Anda harus menyusuri sungai ke arah bawah. Namun, Anda tidak bisa melhat air terjun ini dari depan/bawah. Anda hanya bisa melihat air terjun ini dari atas karena belum ada akses jalan menuju ke sana. Air terjun ketiga, akses jalannya agak berbeda dengan kedua air terjun tersebut. Kalau untuk menuju kedua air terjun tadi Anda harus belok kiri mengikuti jembatan miring, untuk menuju air terjun ketiga anda harus berjalan lurus (tidak melewati jembatan) beberapa meter dari jembatan tersebut. Selanjutnya Anda belok kiri, menyusuri jalan setapak di samping sebuah anak sungai (kanal) hingga tiba di Bendungan Irigasi Sabha Hulu. Air terjun ketiga berada di seberang bendungan tersebut. Sayangnya, air terjun ini tertutup pepohonan dan semak-semak yang rimbun, sehingga tidak bisa kelihatan semuanya. Bila terlihat semua, air terjun ini nggak kalah indahnya dengan air terjun pertama. Getting There Dari Denpasar arahkan kendaraan Anda menuju Tabanan/Gilimanuk. Ikuti saja Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk hingga tiba di pertigaan Desa Antosari. Dari pertigaan tersebut, Anda belok kanan, dan ikuti terus jalan tersebut sampai di Desa Pujungan (sekitar 27 km dari Antosari). Begitu sampai di sebuah pertigaan di Desa Pujungan (ada penunjuk arah ke Air Terjun Blemantung di sebelah kanan jalan), beloklah ke kanan. Ikuti jalan tanah yang belum diaspal tersebut sampai kira-kira sejauh 1400 meter, hingga Anda tiba di dekat sebuah jembatan yang menanjak. Parkirlah sepeda motor Anda di sana. Dari jembatan tersebut, Anda harus berjalan kaki sejauh 400 meter, melalui jalan setapak yang menanjak di antara perkebunan kopi penduduk. Bila Anda membawa kendaraan roda empat, Anda tidak bisa membawanya sampai dekat jembatan tetapi harus memarkirnya di depan rumah penduduk dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. 4. Air Terjun Nungnung Air Terjun Nungnung terletak di Desa Nungnung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar 90 menit berkendara. Perjalanan menuju air terjun ini sangat menyenangkan karena jalannya cukup bagus dengan rambu-rambu yang jelas. Anda akan melewati banyak areal persawahan dan perkebunan yang hijau menyejukkan mata. Mendekati Desa Nungnung, pemandangan semakin indah dan hijau. Udara pun semakin sejuk karena Desa Nungnung berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Air Terjun Nungnung Air Terjun Nungnung cukup tinggi dengan debit air yang cukup besar. Untuk mencapai air terjun Anda harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga yang sangat curam di beberapa tempat. Sebelumnya, jangan lupa untuk membeli tiket masuk sebesar Rp 3.000,00 per orang. Anda harus ekstra hati-hati saat menuruni anak tangga yang curam dan licin tersebut, karena sebagian besar anak tangganya tidak dilengkapi dengan pegangan tangan (handrail). Meleng sedikit saja bisa fatal akibatnya. Jarak air terjun dari tempat parkir juga lumayan jauh sehingga cukup menguras tenaga. Namun, Anda tak perlu khawatir karena di beberapa tempat sudah dibangun gazebo (bale bengong), untuk beristirahat bila Anda sudah lelah berjalan. Untuk kaum perempuan, saya sarankan untuk tidak memakai sepatu berhak tinggi kalau berkunjung ke Air Terjun Nungnung. Pasalnya Anda harus berjalan menuruni ratusan anak tangga yang curam dan licin. Setelah menuruni ratusan anak tangga yang curam dan menyeberangi jembatan kecil, Anda akan sampai di Air Terjun Nungnung. Dari kejauhan, sudah terdengar suara gemuruh air terjun tersebut. Awalnya, nampak air terjun kecil di pinggir sungai. Kemudian, tidak jauh dari air terjun kecil tersebut, nampaklah Air Terjun Nungnung yang tinggi dengan debit air yang cukup besar. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan tanah. Debit air cukup besar dan arus airnya juga lumayan kencang. Apalagi bila Anda datang pada saat musim penghujan. Debit air akan semakin besar. Air Terjun Nungnung dikelilingi pepohonan yang hijau dan asri. Udaranya juga sejuk dan bebas polusi, sehingga siapapun akan betah berlama-lama di sana. Getting There Dari Kota Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Sangeh/Petang melalui Jalan Ahmad Yani. Air Terjun Nungnung memang satu arah dengan Hutan Pala Sangeh yang terkenal itu. Dari Hutan Pala Sangeh, lanjutkan perjalanan Anda ke arah Petang/Pelaga hingga tiba di Desa Nungnung. Setelah melihat papan penunjuk arah ke Air Terjun Nungnung di sebelah kiri jalan (kalau Anda datang dari arah Denpasar), beloklah ke kanan sejauh 600 meter, hingga tiba ke tempat parkir. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki menuju air terjun. 5 - 6. Air Terjun Munduk & Air Terjun Melanting Air Terjun Munduk terletak di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 70 km dari Denpasar atau 20 km dari Kawasan Wisata Bedugul. Desa Munduk terletak di ketinggian antara 800 - 900 m di atas permukaan laut sehingga udaranya sangat sejuk dan sangat cocok untuk daerah pertanian terutama tanaman kopi dan cengkeh. Air Terjun Munduk Ada dua buah air terjun di Air Terjun Munduk ini, yaitu Air Terjun Munduk dan Air Terjun Melanting. Namun, orang biasa menyebut keduanya Air Terjun Munduk. Air Terjun Munduk (Munduk Natural Waterfall), yang akan Anda jumpai pertama bila Anda datang dari arah Denpasar/Bedugul. Air terjun ini letaknya sekitar 1 km dari Restoran Ngiring Ngawedang. Air terjun setinggi 15 meter ini berada di antara perkebunan kopi penduduk. Dari tempat parkir, Anda harus berjalan sejauh 246 meter untuk mencapai air terjun ini. Jangan lupa untuk membayar tiket masuk Rp 3.000,00 di dekat tempat parkir. Selanjutnya, Anda tinggal jalan kaki menyusuri jalan setapak di antara perkebunan kopi penduduk hingga tiba di depan air terjun. Di samping air terjun ini terdapat sebuah restoran sederhana, bila Anda haus ataupun lapar. Deburan air dan kicauan burung yang banyak terdapat di sekitar air terjun menciptakan suasana tenang dan damai, membuat kita betah bermain air di Air Terjun Munduk ini. Air Terjun Melanting Air terjun kedua, yaitu Air Terjun Melanting lebih tinggi daripada Air Terjun Munduk. Letaknya sekitar 1 km dari air terjun pertama (Air Terjun Munduk). Dari Air Terjun Munduk lanjutkan perjalanan berkendara Anda ke arah utara (Seririt) sekitar 1 km hingga Anda tiba di sebuah tikungan dengan penunjuk arah ke air terjun di sebelah kanan jalan. Parkirlah kendaraan Anda di tempat parkir di sebelah kiri jalan. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki sejauh 500 meter hingga sampai di depan air terjun. Bila Anda membawa sepeda motor, Anda masih bisa membawa sepeda motor Anda hingga mendekati air terjun. Anda bisa memarkir motor Anda di dekat pos masuk. Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,00 (dewasa) dan Rp 2.000,00 (anak-anak) di pos masuk di dekat air terjun. Getting There Dari Kota Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Bedugul/Singaraja. Setelah melewati Kawasan Wisata Bedugul, teruskan perjalanan Anda menuju arah Gitgit/Singaraja sampai di sebuah pertigaan dengan tikungan tajam ke arah kiri (Munduk/Seririt). Beloklah ke kiri, dan ikuti jalan tersebut sampai melewati Restoran Ngiring Ngawedang di Desa Munduk. Air Terjun Munduk letaknya sekitar 1 km dari restoran tersebut. Sedangkan Air Terjun Melanting letaknya sekitar 1 km dari Air Terjun Munduk atau 2 km dari Restoran Ngiring Ngawedang. 7. Air Terjun Lemukih Saya menemukan Air Terjun Lemukih secara tidak sengaja. Sebenarnya tujuan utama saya dan teman adalah mengunjungi Air Terjun Sekumpul di Desa Sekumpul (tetangga Desa Lemukih). Namun, pada saat kami sampai di sebuah tikungan, dekat sebuah jembatan di Desa Lemukih, kami melihat air terjun di kejauhan. Karena takut kebablasan atau salah jalan, kami bertanya arah jalan menuju Air Terjun Sekumpul kepada seorang ibu yang sedang menggendong kayu bakar di pinggir jalan. Ternyata air terjun yang ada di dekat tikungan jalan tersebut bukan Air Terjun Sekumpul, melainkan Air Terjun Lemukih. Menurut ibu tersebut, Air Terjun Sekumpul masih cukup jauh. Jadi, kami harus melanjutkan perjalanan lagi untuk mencapai Air Terjun Sekumpul. Namun, kami tidak langsung menuju Air Terjun Sekumpul. Kami tidak mungkin menyia-nyiakan begitu saja Air Terjun Lemukih yang sudah berada di depan mata. Tanpa membuang waktu, saya langsung memarkir sepeda motor di pinggir jalan dan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di dekat sungai menuju Air Terjun Lemukih. Air Terjun Lemukih Air Terjun Lemukih sangat unik karena terdiri dari tiga buah air terjun tidak seperti kebanyakan air terjun lainnya yang hanya ada satu. Air terjun yang terletak paling kanan adalah yang paling tinggi, dengan ketinggian sekitar empat meter. Air terjun yang paling tinggi ini, ditemani dua air terjun kecil di samping kirinya. Jadi, walaupun tidak begitu tinggi air terjun yang terletak di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng ini, cukup cantik karena terdiri dari tiga buah air terjun dengan ketinggian yang berbeda. Asyiknya lagi, Anda tidak perlu bersusah payah naik turun tangga untuk menuju air terjun ini. Anda tinggal berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 200 meter, karena air terjun ini berada tidak jauh dari Jalan Desa Lemukih. Air Terjun Lemukih masih benar-benar alami. Tidak ada rambu-rambu ataupun penunjuk arah menuju air terjun ini. Anda harus bertanya kepada penduduk setempat untuk menemukan air terjun ini. Memang belum banyak yang tahu keberadaan air terjun ini. Pada saat kami tiba di sana, tidak ada pengunjung lain selain kami berdua sehingga kami bisa bermain-main dan foto-foto dengan leluasa. Kalau Anda ingin mandi ataupun berenang-renang pun sah-sah saja. Di bawah air terjun yang paling tinggi, terdapat sebuah kolam yang cukup luas sehingga bisa digunakan untuk berenang-renang. Getting There Untuk mencapai Air Terjun Lemukih, dari Denpasar arahkan kendaraan Anda menuju Bedugul/Singaraja. Kedua air terjun ini letaknya searah. Air Terjun Lemukih jaraknya sekitar 72 km dari Denpasar, Setelah melewati Kawasan Wisata Bedugul, teruskan perjalanan Anda menuju arah Gitgit/Singaraja sampai di sebuah pertigaan (sekitar 10 km dari Bedugul). Dari pertigaan, beloklah ke kanan dan ikuti jalan tersebut sampai sejauh 12 km. Jalan menuju Air Terjun Lemukih berkelok-kelok naik turun dengan pemandangan bukit dan jurang di kanan kiri jalan. Aspal jalan sudah banyak yang terkelupas. Bahkan, di beberapa tempat aspal sudah hilang sama sekali sehingga jalan berubah menjadi jalan tanah berbatu. Di sepanjang jalan menuju air terjun ini, Anda akan menjumpai banyak pertigaan yang tidak ada rambu-rambunya. Anda harus banyak bertanya ke penduduk setempat agar tidak nyasar. Bila Anda menjumpai sebuah tikungan dengan jembatan kecil di depannya dan ada tulisan Desa lemukih, Anda sudah sampai di Air Terjun Lemukih. Air terjun ini letaknya tidak jauh dari jalan Desa Lemukih. Dari jalan, Air Terjun Lemukih sudah kelihatan, Anda tinggal berjalan kaki sejauh 200 meter. 8. Air Terjun Sekumpul Air Terjun Sekumpul disebut-sebut sebagai air terjun terindah di Bali. Letaknya cukup dekat dari Air Terjun Lemukih, kira-kira hanya berjarak 2 km. Maklum, Desa Sekumpul dan Desa Lemukih memang bertetangga. Untuk melihat Air Terjun Sekumpul dari dekat, memang butuh sedikit usaha dan perjuangan. Dari tempat parkir, Anda harus berjalan kaki lumayan jauh, menyusuri jalan yang tanah, menuruni ratusan anak tangga, dan menyeberangi sungai. Bila Anda mengendarai sepeda motor, Anda masih bisa menaikinya dari tempat parkir (di dekat loket penjualan tiket), sampai di ujung jalan paving. Setelah jalan paving habis, jalan berganti menjadi jalan tanah yang sempit (jalan setapak). Tidak berapa lama menyusuri jalan setapak, sampailah Anda di sebuah bale bengong (gazebo) dengan pemandangan Air Terjun Sekumpul yang luar biasa memikat. Dari bale bengong tersebut, terlihat Air Terjun Sekumpul yang sangat cantik di kejauhan. Yang membuat air terjun ini berbeda dari air terjun kebanyakan, Air Terjun Sekumpul bukan hanya terdiri dari satu atau dua air terjun. Setidaknya ada tujuh air terjun yang letaknya terpisah-pisah dan berjauhan, yang bisa Anda lihat dari bale bengong tersebut. Tujuh air terjun tersebut tersebar di tebing-tebing yang tinggi dan dikelilingi pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Ketujuh air terjun tersebut memiliki bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda. Benar-benar menakjubkan. Nggak salah memang, kalau Air Terjun Sekumpul dinobatkan sebagai air terjun terindah di Bali. Air Terjun Sekumpul dilihat dari kejauhan Dari tujuh air terjun yang ada di Air Terjun Sekumpul, hanya dua air terjun yang bisa Anda datangi lebih dekat. Uniknya, dua air terjun yang letaknya berdampingan tersebut memiliki ketinggian dan debit air berbeda. Dua air terjun ini berasal dari dua sumber mata air yang berbeda. Air terjun di sebelah kiri bersumber dari mata air sedangkan air terjun di sebelah kanan (yang lebih tinggi) bersumber dari sungai. Di musim hujan, air terjun di sebelah kiri tetap bening sedangkan air terjun di sebelah kanan akan berwarna coklat keruh. Air Terjun Sekumpul Untuk mendekati Air Terjun Sekumpul, Anda harus menuruni ratusan anak tangga yang curam di beberapa tempat dan menyeberangi sungai. Sebaiknya Anda memakai celana pendek dan sandal (sepatu tanpa hak) yang nyaman ketika mengunjungi Air Terjun Sekumpul karena Anda harus menyeberangi sungai yang lumayan dalam (sepaha orang dewasa) untuk sampai di depan air terjun. Memang perlu sedikit usaha untuk mencapai air terjun yang indah ini. Namun, perjuangan saya terbayar lunas begitu sampai di dekat air terjun setinggi 80 meter tersebut. Suara deburan air yang jatuh dan percikan air yang bercipratan menciptakan suasana yang syahdu dan menenangkan hati. Pepohonan yang rindang di sekitar air terjun membuat suasana semakin sejuk dan asri. Siapa pun pasti akan jatuh hati pada Air Terjun Sekumpul. Getting There Sebaiknya Anda mengunjungi Air Terjun Sekumpul setelah mengunjungi Air Terjun Lemukih, karena Air Terjun Sekumpul jaraknya hanya sekitar 2 km dari Air Terjun Lemukih. Dari Air Terjun Lemukih lanjutkan perjalanan Anda menuju Desa Sekumpul. Setelah melihat penunjuk arah ke Air Terjun (Waterfall) di sebelah kanan jalan (bukan Welcome to Sekumpul Waterfall), beloklah ke kiri sejauh 1 km dan sampailah di tempat parkir Air Terjun Sekumpul. Selanjutnya, Anda tinggal berjalan kaki untuk mencapai air terjun. 9 - 11. Air Terjun Kembar Gitgit (Air Terjun Campuhan), Air Terjun Mekalongan, dan Air Terjun Bertingkat Inilah air terjun yang paling terkenal di Bali. Letak Air Terjun Kembar Gitgit yang strategis di pinggir Jalan Raya Denpasar - Bedugul - Singaraja dan infrastruktur yang cukup baik membuat air terjun ini sering dikunjungi turis dan membuat namanya terkenal sampai ke mancanegara. Kalau Anda bertanya kepada Orang Bali tentang Air Terjun Kembar Gitgit, sebagian besar pasti tahu. Berbeda dengan air terjun lainnya yang belum banyak dikenal turis. Air Terjun Kembar Gitgit terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 16 km dari Kawasan Wisata Bedugul atau 66 km dari Denpasar. Dari Air Terjun Sekumpul jaraknya sekitar 20 km. Tidak seperti kebanyakan air terjun yang biasanya berada di tengah hutan atau di tebing yang curam, Air Terjun Kembar Gitgit berada di antara perkampungan penduduk dan kebun cengkih. Untuk bisa melihat Air Terjun Gitgit dari dekat, Anda harus membayar tiket masuk Rp 3.000,00 per orang. Selanjutnya, Anda harus naik turun tangga untuk mencapai air terjun. Karena Air Terjun Gitgit sudah sangat tersohor, jalan dan anak tangga di Air Terjun Gitgit ini terawat dengan baik sehingga memudahkan para turis untuk mengunjunginya. Air Terjun Kembar Gitgit terdiri dari beberapa air terjun dengan bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda. Setidaknya ada empat buah air terjun di sekitar Air Terjun Kembar Gitgit. Air terjun pertama adalah Air Terjun Campuhan/Air Terjun Kembar Gitgit (Twin Waterfall). Campuhan dalam Bahasa Bali artinya percampuran atau pertemuan. Maksudnya pertemuan dua air terjun. Air terjun ini jaraknya sekitar 500 meter dari tempat parkir. Anda harus menyusuri jalan setapak dan menuruni anak tangga untuk menuju air terjun kembar. Di pinggir jalan yang Anda lalui menuju air terjun, terdapat beberapa toko souvenir yang menjual berbagai souvenir khas Bali. Di sepanjang jalan, Anda juga menjumpai banyak anak kecil yang menjajakan souvenir berupa kalung manik-manik aneka warna kepada para turis. Kehadiran anak-anak penjual souvenir tersebut cukup mengganggu para turis karena mereka menjajakan dagangan kepada para turis dengan sedikit memaksa. Sebaiknya Anda tegas terhadap mereka. Kalau Anda tertarik untuk membeli souvenir dari mereka langsung tawar saja. Kalau Anda tidak ingin membeli, ya bilang saja tidak, agar mereka tidak terus mengejar Anda. Air Terjun Kembar Gitgit Air Terjun Kembar Gitgit sesuai dengan namanya, terdiri dari dua buah air terjun yang berdampingan yang bentuknya kembar sehingga terlihat indah. Kedua air terjun ini tidak begitu tinggi namun arusnya cukup deras. Di bawah air terjun terdapat kolam kecil dengan air yang sangat bening dan dingin. Air terjun ini terlindung di tebing yang sempit sehingga suasana di sekitar air terjun agak gelap. Pepohonan hijau yang ada di sekitar air terjun membuat suasana semakin sejuk dan asri. Selanjutnya, Anda bisa menuju air terjun kedua yang letaknya cukup dekat dari Air Terjun Kembar Gitgit. Namanya Air Terjun Mekalongan. Air terjun ini merupakan kelanjutan dari Air Terjun Kembar Gitgit. Sumber airnya berasal dari aliran sungai Air Terjun Kembar Gitgit sehingga debit airnya menjadi lebih besar dan arusnya lebih deras. Air Terjun Mekalongan sedikit lebih tinggi daripada Air Terjun Kembar Gitgit. Air Terjun Mekalongan Air terjun ketiga yang ada di Gitgit adalah Air Terjun Bertingkat. Letaknya cukup jauh dari kedua air terjun tadi. Jalan menuju Air Terjun Bertingkat cukup membingungkan karena tidak ada penunjuk arahnya. Anda harus melewati perkampungan penduduk dan perkebunan cengkih dengan jalan setapak yang berbelok-belok naik turun. Air Terjun Bertingkat tidak begitu tinggi namun cukup indah. Seperti namanya, air terjun ini memang bertingkat dua. Airnya sangat bersih dan bening. Di bawah Air Terjun Bertingkat ada air terjun lagi. Letaknya di bawah jembatan dan tertutup pepohonan. Namun, Anda tidak bisa melihat air terjun ini dari depan/bawah. Anda hanya bisa melihat air terjun ini dari atas jembatan. Air Terjun Bertingkat Gitgit Getting There Untuk mencapai Air Terjun Kembar Gitgit (Air Terjun Campuhan) lebih mudah karena letaknya berada di pinggir Jalan Raya Denpasar - Bedugul - Singaraja. Anda tinggal mengarahkan kendaraan anda menuju Bedugul/Singaraja. Air Terjun Kembar Gitgit jaraknya sekitar 16 km dari Kawasan Wisata Bedugul. Setelah melewati Bedugul, teruskan perjalanan Anda menuju Gitgit/Singaraja. Setelah memasuki Desa Gitgit, pelankan laju kendaraan Anda sampai Anda melihat penunjuk arah Air Terjun Kembar Gitgit di sebelah kiri jalan dan Anda pun tiba di Air Terjun Gitgit. 12. Air Terjun Carat Air Terjun Carat terletak di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Singaraja. Jaraknya sekitar 85 km dari Denpasar atau 34 km dari Kintamani. Kalau dari Singaraja jaraknya sekitar 25 km. Diberi nama Carat karena konon air terjun ini mirip caratan atau kendi (tempat air minum seperti cerek yang dari tanah liat). Mirip dari mananya, ya? Menurut saya nggak ada mirip-miripnya dengan kendi, tuh. Saya menemukan Air Terjun Carat secara tidak sengaja, ketika sedang dalam perjalanan dari Kintamani menuju Singaraja via Kubutambahan. Ketika memasuki Desa Tamblang, saya melihat penunjuk arah ke Air Terjun Carat di sebelah kiri jalan. Saya pun tertarik untuk singgah sebentar ke air terjun yang menurut penunjuk arah tadi, jaraknya hanya 600 meteri. Tidak mungkin saya melewatkan begitu saja, air terjun yang sudah “di depan mata.” Siapa tahu air terjun ini lebih indah atau lebih tinggi daripada berbagai air terjun yang pernah saya kunjungi di Bali selama ini. Untuk mencapai air terjun ini perlu usaha dan tenaga. Dari jalan raya, Anda harus melewati jembatan kecil yang terbuat dari anyaman bambu di atas aliran sungai kecil. Setelah itu, Anda akan melewati jalan setapak di antara perkebunan penduduk yang banyak ditumbuhi cengkeh dan kopi. Semakin mendekati air terjun, jalanan semakin menurun curam dan berliku, dengan tebing-tebing terjal di sebelah kiri Anda. Di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun, banyak terdapat pipa-pipa air yang menyalurkan air bersih, untuk penduduk di sekitar air terjun. Air Terjun Carat Kecil Di Air Terjun Carat terdapat dua buah air terjun, saya menamainya air terjun besar (tinggi) dan air terjun kecil. Anda hanya bisa mencapai air terjun kecil, yang tingginya sekitar empat meter. Anda bisa menatap keindahan air terjun ini dari dekat, bahkan bisa bermain-main atau mandi di sana. Kalau air terjun yang tinggi, Anda hanya bisa memandanginya dari kejauhan. Sebenarnya air terjun yang tinggi berada di bawah air terjun kecil, jadi Anda hanya bisa melihat air terjun ini dari atas bukan dari bawah/depan. Air terjun yang tinggi berada di tebing yang sangat terjal dan dalam. Bila Anda ingin memotretnya, Anda harus berjalan mengikuti arah pipa-pipa hingga tiba di sebuah tempat, di bawah tebing batu yang sangat tinggi dan terjal mirip dinding. Air Terjun Carat yang tinggi benar-benar tinggi, mungkin merupakan air terjun tertinggi di Bali. Menurut saya, tingginya nggak kurang dari 100 meter. Sayangnya, kita tidak bisa mendekati air terjun ini. Air Terjun Carat Besar/Tinggi Menurut masyarakat sekitar, Air Terjun Carat sedikit angker. Demi keselamatan, sebaiknya Anda tidak berkata-kata kasar atau merusak apapun di sekitarnya. Anda juga harus selalu hati-hati dan waspada karena jalan menuju air terjun ini (terutama air terjun yang tinggi) berupa jalan setapak berbatu-batu di tebing-tebing yang curam. Air terjun Carat masih benar-benar alami, belum mendapat sentuhan pariwisata sama sekali. Tidak ada bangunan apapun di sekitar air terjun. Anda juga tidak perlu membayar tiket masuk/retribusi untuk mengunjungi air terjun ini. Getting There Dari Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Gianyar/Kintamani. Setelah sampai Kintamani, lanjutkan perjalanan Anda ke arah Singaraja (melalui Kubutambahan) hingga Anda tiba di Desa Tamblang dan melihat papan penunjuk arah ke Air Terjun Carat di sebelah kanan jalan. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki sejauh 600 meter menuju air terjun. Dari Kintamani, Air Terjun Carat jaraknya sekitar 34 km. 13. Air Terjun Jembong Nama air terjun ini memang terdengar kurang indah dan mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Ya, Air Terjun Jembong memang belum diketahui banyak orang. Namun, jangan under estimate dulu! Tidak seperti namanya, air terjun yang terletak di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini, sangat indah dan merupakan salah satu air terjun terindah di Bali. Bagi saya, Air Terjun Jembong adalah air terjun terindah kedua di Bali setelah Air Terjun Sekumpul. Air Terjun Jembong yang unik dan indah Berbeda dengan kebanyakan air terjun lainnya di Bali yang berada di tebing tinggi yang berdiri tegak, Air Terjun Jembong berada di dataran/tanah yang miring, dengan kemiringan lebih dari 75 derajat. Jadi kesannya tidak menyeramkan. Air terjun ini berada di antara perkebunan coklat/kakao (Theobroma Cacao) yang rimbun dan asri. Untuk mencapai Air Terjun Jembong, Anda tidak perlu bersusah payah naik turun anak tangga, tetapi hanya perlu sedikit mendaki jalan setapak berbatu di antara pohon coklat di pinggir sungai kecil. Pohon Coklat (Kakao) yang banyak terdapat di sekitar Air Terjun Jembong Di bawah Air Terjun Jembong terdapat sebuah kolam yang sangat jernih dengan kedalaman sekitar satu meter. Anda bisa mandi dan bermain air sepuasnya di kolam tersebut. Air kolam yang dingin dan bening, sangat menggoda siapa pun untuk mandi di sana. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mandi di kolam tersebut. Bersama warga setempat, saya menikmati kesegaran Air Terjun Jembong. Rasanya sangat menyenangkan bisa mandi dan bermain air di bawah air terjun yang sangat indah dan masih alami, tanpa terganggu kehadiran pengunjung lainnya. Pertigaan Desa Ambengan. Air Terjun Jembong, letaknya sekitar 4 km dari pertigaan ini. Getting There Air Terjun Jembong terletak di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 15 km dari Kawasan Wisata Bedugul atau 65 km dari Denpasar. Dari Air Terjun Gitgit jaraknya hanya sekitar 8 km. Dari Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Bedugul/Singaraja. Setelah melewati Kawasan Wisata Bedugul, teruskan perjalanan Anda menuju arah Gitgit/Singaraja. Sekitar 4 km setelah Air Terjun Gitgit, Anda akan melihat pertigaan dengan tikungan tajam ke arah kiri. Beloklah ke kiri dan ikuti jalan tersebut sampai sejauh 4 km, dan Anda akan sampai di Air Terjun Jembong. Anda bisa mengunjungi Air Terjun Jembong setelah mengunjungi Air Terjun Gitgit karena letaknya hanya sekitar 8 km dari Air Terjun Gitgit. 14. Air Terjun Aling-Aling Air Terjun Aling-Aling letaknya sangat dekat dengan Kota Singaraja, ibu kota Kabupaten Buleleng. Jaraknya hanya sekitar 11 km dari Singaraja atau sekitar 80 km dari Denpasar. Untuk mencapai air terjun ini, Anda harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan naik turun tangga sejauh 400 meter. Ketika berjalan kaki menuju Air Terjun Aling-Aling, Anda akan bertemu dua air terjun kecil di sebuah sungai kecil dekat sawah. Anda bisa berhenti sejenak untuk main air di sungai tersebut. Selanjutnya, Anda harus menuruni ratusan anak tangga hingga tiba di pinggir sungai dan mendaki anak tangga lagi hingga tiba di depan air terjun. Cukup melelahkan memang. Namun, Anda akan mendapat imbalan yang sepadan. Air terjun cantik setinggi 35 meter menanti Anda. Air Terjun Aling-Aling Selain cantik, Air Terjun Aling-Aling juga cukup unik. Air terjun ini jatuh dari tebing yang curam dan dikelilingi tebing-tebing tinggi dengan pepohonan yang hijau. Dari puncak tebing, air mengucur deras dan pecah jadi dua, membentuk dua air terjun dengan debit air yang berbeda. Air terjun sebelah kanan lebih besar dan lebih deras daripada yang sebelah kiri. Di bawah Air Terjun Aling-Aling terdapat cekungan atau kolam yang cukup dalam. Dari kolam tersebut, air mengalir menjadi sungai yang cukup besar. Anda bisa mandi dan bermain air sepuasnya di bawah air terjun. Namun, Anda harus hati-hati saat mandi atau bermain air karena batu-batu di sekitar air terjun sangat licin. Getting There Air Terjun Aling-Aling terletak di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jaraknya sekitar 11 km dari Kota Singaraja atau 80 km dari Denpasar. Dari Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Bedugul/Singaraja. Menjelang masuk Kota Singaraja, Anda akan menjumpai sebuah pertigaan dengan rambu-rambu ke kiri menunjukkan arah ke terminal. Beloklah ke kiri dan ikuti terus jalan tersebut sampai tiba di pertigaan depan Balai Desa Sambangan. Beloklah ke kiri hingga Anda tiba di tempat parkir Air Terjun Aling-Aling. Selanjutnya Anda tinggal berjalan kaki sejauh 400 meter menuju air terjun. 15. Air Terjun Yeh Mempeh Bila Anda sedang berkunjung ke Singaraja atau Kintamani, Anda bisa mampir (lebih tepatnya melanjutkan perjalanan) ke air terjun ini. Air Terjun Yeh Mempeh terletak di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Air terjun ini letaknya memang cukup jauh baik dari Denpasar atau Singaraja. Dari Singaraja, jaraknya sekitar 38 km, dari Kintamani jaraknya sekitar 40 km, dan dari Denpasar jaraknya sekitar 95 km. Letaknya yang agak terpencil dan jauh dari mana-mana membuat Air Terjun Yeh Mempeh jarang dikunjungi turis. Namun, Anda jangan takut dulu melihat jarak yang jauh. Pasalnya, jalan menuju air terjun ini cukup bagus dan mulus. Jadi, walaupun jauh perjalanan tetap menyenangkan. Seorang pengunjung sedang menikmati keindahan Air Terjun Yeh Mempeh Air Terjun Yeh Mempeh tingginya sekitar 30 meter, dengan air yang jernih dan segar. Panorama di sekitar air terjun sangat indah dengan udara yang sejuk karena dikelilingi perbukitan yang hijau. Mandi di bawah guyuran Air Terjun Yeh Mempeh merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan karena bisa menghilangkan rasa lelah Anda setelah menempuh perjalanan panjang mencapai air terjun ini. Kalau Anda tidak ingin mandi atau berbasah-basah, Anda juga bisa duduk-duduk saja di atas bebatuan di sekitar air terjun, menikmati pemandangan indah dan udara yang segar bebas polusi. Getting There Untuk mencapai Air Terjun Yeh Mempeh dari Denpasar, rute paling dekat adalah lewat Kintamani. Dari Denpasar, arahkan kendaraan Anda menuju Ubud/Kintamani. Dari Kintamani, lanjutkan perjalanan ke Singaraja hingga tiba di sebuah pertigaan (arah kanan ke Kubutambahan dan Singaraja, arah kiri ke Bondalem/Madenan dan Amlapura). Beloklah ke kiri dari pertigaan tersebut, hingga tiba di pertigaan/Jalan Raya Singaraja - Amlapura. Beloklah ke kanan hingga tiba di pertigaan Desa Les, dan beloklah kanan lagi hingga tiba di tempat parkir Air Terjun Yeh Mempeh. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki sejauh 500 meter menuju air terjun. Kalau Anda datang dari arah Singaraja, arahkan kendaraan Anda ke timur menuju Pantai Tulamben/Amlapura hingga tiba di pertigaan Desa Les. Beloklah ke kanan hingga tiba di tempat parkir Air Terjun Yeh Mempeh. Selanjutnya Anda tinggal jalan kaki menuju air terjun. 16. Air Terjun Juwuk Manis Air Terjun Juwuk Manis terletak di Dusun Juwuk Manis, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Jaraknya sekitar 75 km dari Denpasar. Dibutuhkan usaha dan tenaga ekstra untuk menjangkau air terjun ini. Dari Denpasar menuju Desa Pangyangan sih, jalannya sangat bagus, karena merupakan jalan negara (jalan lintas Bali) yang sudah di-hotmix. Namun, dari Desa Pangyangan menuju Dusun Juwuk Manis jalan berubah menjadi sempit dan berkelok-kelok mendaki bukit yang terjal. Di beberapa tempat aspal jalan sudah banyak yang terkelupas. Namun, itu belum seberapa. Perjuangan terberat untuk mencapai air terjun ini adalah perjalanan dari tempat parkir di samping Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Juwuk Manis menuju air terjun yang jaraknya sekitar 1 km. Anda harus berjalan kaki menunyusuri yang menurun curam, di antara tanaman kopi dan cengkih milik penduduk. Jalan setapak itu sangat curam, dan tidak jelas arahnya karena tertutup semak-semak dan rerumputan. saking tidak jelasnya jalan setapak itu, bahkan saya sempat tersesat dan hampir putus asa. Untunglah akhirnya kami berhasil mencapai Air Terjun Juwuk Manis dengan selamat. Air Terjun Juwuk Manis Air Terjun Juwuk Manis hanyalah air terjun kecil, tingginya hanya sekitar empat meter. Namun, airnya sangat jernih dan segar. Uniknya, Air Terjun Juwuk Manis terdiri dari dua air terjun kecil yang berdampingan. Di bawah air terjun terdapat kolam kecil yang bisa digunakan untuk mandi ataupun bermain air. Tentunya nikmat sekali mandi di bawah guyuran air terjun, setelah melewati perjuangan panjang dengan bercucuran keringat untuk mencapai air terjun ini

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
1. Air Terjun Coban Rondo
Air Terjun Coban Rondo

Wanawisata Coban Rondo berada di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Letaknya berada di tengah hutan pinus yang dikelola oleh Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pujon, Perum Perhutani Malang dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G. Coban Rondo terletak di ketinggian 1.135 meter di lereng utara Gunung Kawi. Nama Coban Rondo diambil dari dongeng awal terbentuknya air terjun ini. Yaitu tentang kisah sepasang pengantin bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma yang baru melangsungkan pernikahan. Namun usia pernikahan mereka tidak lama sebab Raden Baron Kusuma meninggal dalam perkelahian melawan Joko Lelono yang ingin merebut Dewi Anjarwati. Akhirnya Dewi Anjarwati menjadi janda atau ‘rondo’. Sejak itu air terjun yang ditempati Dewi Anjarwati dikenal sebagai Coban Rondo. Fasilitas yang ditampilkan di coban ini cukup lengkap. Coban Rondo juga mempunyai ‘Mini Zoo’ dengan menghadirkan beberapa satwa yang dilindungi, seperti aneka jenis rusa, landak, dan monyet. Harga tiket masuk coban ini adalah Rp 10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 15.000 untuk wisatawan mancanegara.

2. Air Terjun Coban Talun
Air Terjun Coban Talun

Coban Talun berada di kawasan wisata Bumi Perkemahan Malang, di lereng barat Gunung Arjuna - Welirang. Tepatnya terletak di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang. Coban ini memiliki ketinggian sekitar 75 meter dengan diameter +/-15 meter dan pemandangan yang elok di sekitar lokasinya. Air terjun ini terletak di antara bebatuan serta dikelilingi oleh hutan dan pegunungan yang sejuk. Selain bisa menikmati gemuruh deburan air terjun, Anda juga bisa menyaksikan banyak pelangi di setiap sudut coban.  Apabila kondisi cuaca sedang cerah maka butiran air yang terhempas angin akan menimbulkan warna pelangi yang sangat indah dan mempesona. Warna pelangi tersebut dapat wisatawan saksikan hampir di sekeliling lokasi wisata. Sungguh perpaduan alam yang sangat eksotik dan menawan. Harga tiket masuk obyek wisata ini adalah Rp 5.000 per orang dan tiket parkir Rp 2.000 (untuk roda dua) dan Rp 4.000 (untuk roda empat).

3. Air Tejun Coban Rais
Air Tejun Coban Rais

Wisata air terjun Coban Rais terletak di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Batu atau sekitar 3,5 km dari bumi perkemahan. Coban Rais merupakan salah satu obyek wisata air terjun di kota Batu. Untuk mencapai air terjun Coban Rais, harus melalui jalan setapak yang relatif landai, jalan hutan, dan menyusuri sungai. Dan selama perjalanan, anda dapat menikmati suguhan pemandangan Kota Batu yang memikat mata.

Tempat wisata ini banyak dikunjungi pada waktu-waktu tertentu saja, seperti adanya kegiatan ospek kampus serta diklat. Saat ini,bumi perkemahannya yang menjadi objek utama, sedangkan air terjun coban rais sebagai pendukung. Dulunya Air terjun memiliki nama “Air Terjun (Coban) Sabrangan” yang memiliki maksud bahwa : jika hendak sampai ke air terjun harus menyeberang 14 kali. Nama Rais diambil dari nama salah satu penduduk desa yangbiasa di panggil pak Rais.

 Bagi yang menyukai petualangan ekstrim, perjalanan menuju Coban Rais akan sangat dinikmati. Jarak dari bumi perkemahan hingga ke airterjun sepanjang  ± 3,5 Km. Perjalanan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Sama sekali belum ada perumahan atau bahkan bangunan yang ada selama perjalanan. Perjalanan akan diselimuti udara dingin khas pegunungan, ditemani pohon-pohon,semak belukar dan gemercik air sungai serta sesekali akan berpapasan dengan para penduduk desa yang sedang memikul kayu. Makin lama, keadaan jalan semakin mengecil dan terkadang menanjak dengan jarak yang lumayan jauh. Bahkan ada jalan yang hanya dapat dilalui satu orang dimana jalan tersebut berbatas langsung dengan tebing. Terkadang, tidak terdapat jalan setapak, hanya dapat dilalui dengan mengikuti alur sungai kecil yang terbentuk alami.

Perjalanan yang penuh ketegangan dan keletihan akan segera sirnah ketika air terjun telah berhasil dipandang. Tempat ini seakan menjadi puncak kepuasan tersendiri setelah mencapainya. Tidak sia-sia-lah perjalanan yang sudah ditempuh sedemikian jauh.

4. Air Terjun Coban Pelangi
Air Terjun Coban Pelangi

Wisata air terjun Coban Pelangi terletak di kawasan Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tepatnya sekitar 32 km sebelah timur kota Malang. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi. Obyek wisata ini merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, dan dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah di pagi hari, karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Harga tiket masuk adalah obyek wisata ini adalah  Rp 3.100 per orang dan biaya parkir adalah Rp 500 untuk roda 2  dan Rp 1000 untuk roda 4.

5. Air Terjun Coban Sewu 
Air Terjun Coban Sewu

Air Terjun Coban Sewu  terletak di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Air terjun ini berada sekitar 100 m dari jalan raya yang menghubungkan kota Batu dengan Kediri. Curug ini juga sering disebut Air Terjun Grojogan Sewu oleh masyarakat Malang. Kondisi Air Terjun Coban Sewu sangat asri dan terawat. Air sungai yang mengalir, bebatuan sungai dan panorama sekitar yang menawan akan membuat pengunjung merasa betah berlama-lama di sana. Hamparan sawah nan hijau dan suara gemuruh air terjun yang menyejukkan membuat objek wisata ini layak untuk dikunjungi. Selain karena keasriannya, air terjun ini juga sering dikunjungi karena dipercaya khasiatnya untuk penyembuhan. Bagi yang percaya, khasiatnya macam-macam. Diantaranya menyembuhkan berbagai macam penyakit, melancarkan rejeki, dan lain-lain. Untuk memasuki lokasi wisata air terjun ini, pengunjung tidak dipungut biaya masuk.


5 Tempat Wisata Sejarah di Lima Puluh Kota


Selamat Datang.


Ini adalah blog Kabupaten Lima Puluh Kota sukses. Blog ini akan berbagi dengan anda tentang prestasi & hal-hal luar biasa yang ada dikabupaten ini.
Ekonomi,Pendidikan,Sosial, wisata alam, wisata sejarah dan budaya, wisata religius dan atraksi ketangkasan dll

A.WISATA  RELIGIUS



1.Kuburan Keramat dan Surau Tuo Taram

Nama Objek Wisata : Kuburan Keramat dan Surau Tuo Taram
Jenis : Objek Wisata Religi
Luas : ± 1,00 Ha
Lokasi : Nagari Taram, Kecamatan Harau
Jarak dari IKK : ± 9,00 Km
Jarak dari IK Provinsi : ± 136,00 Km
Sarana transportasi yang tersedia ke objek wisata : Kendaraan pribadi, oplet, taksi dan kendaraan roda dua
Fasilitas Objek Wisata : 1. Panorama Alam
2. Kolam Pemandian
3. Bumi Perkemahan
Kegiatan yang bisa dilakukan : Ziarah kubur sambil menikmati pemandangan alam
Atraksi pada objek wisata : Menyaksikan Keindahan alam
Narasi Objek Wisata : Makam keramat ini terletak di Kenagarian Taram, Kecamatan Harau ± 5 km dari kota Payakumbuh. Objek wisata budaya ini dapat dicapai dengan mudah menggunakan angkutan pedesaan maupun kendaraan pribadi. Makam Keramat Taram ini adalah makam Syech Ibrahim Mufti yang merupakan salah satu penyebar
agama Islam di daerah ini. Beliau bukanlah penduduk asli, melainkan seorang pendatang yang berasal dari negeri Irak di Timur Tengah dan merupakan murid dari Syech Abdul Rauf dari Aceh, semasa Kerajaan Samudera Pasai.
Sebagai seorang penyebar agama Islam, beliau mempunyai banyak kesaktian diantaranya :
Pernah suatu kali beliau sedang bercukur, mendadak beliau minta izin untuk meninggalkan tukang cukurnya sebentar, katanya beliau harus pergi ke Mekah untuk menyelamatkan kota Mekah yang sedang terbakar. Beliau menghilang dan beberapa saat kemudian muncul kembali. Beberapa bulan kemudian ada orang yang pulang dari Mekah, mengatakan bahwa sewaktu beliau menunaikan ibadah haji, kota Mekah kebakaran, tetapi musibah itu dapat diatasi atas bantuan seseorang yang hanya memiliki rambut pada sebelah bagian kepalanya. Dari peristiwa itu masyarakat tahu akan kesaktian Syech Ibrahim Mufti yang kemudian dikenal dengan Syech yang Bercukur Sebelah
Konon kabarnya ikan yang sekarang berkembang biak di Taram, berasal dari ikan yang dilepaskan kembali oleh Syech Ibrahim Mufti setelah setengah bagian ikan tersebut dibakar/dimasak oleh salah seorang muridnya.
Pada tahun 1996 keturunan atau keluarga Syech Ibrahim Mufti yang berada di Irak berziarah di Taram dan menceritakan sebuah kejadian pada masa lalu dimana salah seorang cucunya menemui beliau semasa hidupnya dan sewaktu kembali ke Irak, sesampai di Laut Tengah, kapalnya kandas dan miring akan tenggelam. Syech Ibrahim Mufti yang berada jauh di Taram mengetahuinya dan segera menceburkan diri ke tabek gadang (kolam) disamping Surau Tuo yang dijadikan beliau sebagai media untuk menuju Laut Tengah. Beliau berhasil menyelamatkan kapal tersebut dan mengangkatnya sehingga bisa berlayar kembali dengan selamat dan setelah itu beliau muncul kembali diTaram.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan dan dimana meninggalnya Syech Ibrahim Mufti karena beliau sering berkelana. Karena sudah lama tidak pulang ke Taram, murid-muridnya berusaha mencari, bahkan anaknya yang bernama Syech Muhammad Jamil, meninggal dalam pencarian itu. Sampai akhirnya pada suatu malam salah seorang muridnya bermimpi bertemu beliau dan dalam mimpi itu dikatakan bahwa beliau sudah meninggal dan kalau ingin melihat kuburannya, lihatlah pada malam tanggal 27 Rajab.
Setelah mengikuti petunjuk gurunya, maka pada malam itu terlihatlah cahaya muncul dari bumi dan menembus langit, berasal dari tempat makam beliau sekarang ini, yaitu disamping Surau Tuo tempat beliau mengajar murid-muridnya yang sampai saat ini masih berdiri dengan gagah.
Pemeliharaan Surau Tuo dan Makam Keramat Taram ini menjadi tanggung jawab 7 Pasukuan didaerah ini, yaitu Sumpadang, Simabur, Pitopang, Melayu, Piliang Laweh, Piliang Gadang dan Bodi, yang bergiliran setiap 3 tahun dengan menjadi Imam, Kotik dan Bilal.


Peluang Investasi : 1. Sarana Akomodasi yang islami
2. Taman dan sarana Bermain
3. Restoran
B. WISATA BUDAYA

1.Batu Nan Limo

Nama Objek Wisata : Batu Nan Limo
Jenis : Objek Wisata Sejarah Dan Purbakala
Luas : ± 0,00 Ha
Lokasi : Nagari Koto Tangah Simalanggang Kecamatan Payakumbuh
Jarak dari IKK : ± 8,00 Km
Jarak dari IK Provinsi : ± 138,00 Km
Sarana transportasi yang tersedia ke objek wisata : Taksi, Oplet, Ojek dan Becak Wisata
Fasilitas Objek Wisata : 1. Menhir
2. Areal parker
Kegiatan yang bisa dilakukan : Penelitian sejarah
Narasi Objek Wisata : Batu Nan Limo adalah nama sebuah jorong dalam wilayah kecamatan Payakumbuh terletak antara Simalanggang dan Lubuak Batingkok, daerah ini dinamakan Batu Nan Limo karena di daerah ada lima buah batu tegak.
Batu nan limo adalah wujud dari persaudaraan dari niniak nan baranam ada juga yang menyebutnya anak nan baranam yang turun dari Pariangan Padang Panjang mengembangkan wilayah di sekitar Gunung Bungsu, yaitu : Taeh, Simalanggang, Piobang, Sungai Baringin, Gurun, dan Lubuak Batingkok, dengan kebesaran masing dengan adat yang dipakai
1. Datuak Sabatang, sebagai juru adat berkedudukan di Gurun
2. Datuak Tunaro, sebagai khadi berkedudukan di Lubuak Batinggkok
3. Datuak Bandaro, sebagai rajo adat berkedudukan di Simalanggang
4. Datuak Bagindo Soik , sebagai bungo setangkai berkedudukan Taeh.
5. Datuak Rajo Baguno, sebagai dubalang berkedudukan di Piobang.
6. Datuak Banso Dirajo ,sebagai imam berkedudukan di Sungai Beringin.
Diwaktu mereka bermusyawarah untuk menyatukan adat istiadat dan pusaka dari niniak nan baranam yang dilaksanakan di Balai Nan Saruang Koto Pudiang – Simalanggang , yang disebut dengan “ bataok awan, badinding bukik, balantai bumi Allah, tiangnyo adat limbago, kebesaran anak nan baranam, himpunan bapak nan berlima “ . Dan diputuskan membawa sebuah batu dari Gunung Bungsu sebagai tanda kesepakatan, namun ada satu batu yang tidak mau dibawa yaitu batu dari Datuak nan Sabatang dari Gurun, sehingga hanya ada lima buah batu yang dapat ditanamkan, sekarang tempat batu didirikan itu bernama “ batu nan Limo “, sedangkan batu yang tidak mau dibawa itu dinamakan batu sandaran Datuak Rajo Labiah (karena berada pada ulayat Dt. Rajo Labiah di Gurun ).
Lima batu perlambang lainnya telah dikumpulkan di Jorong Batu Nan Limo,sebagai perlambang lima suku :
1. Datuak Sati dari Pasukuan Tanjuang Piobada (Payobada)
2. Datuak Simarajo dan Pasukuan Bodi Caniago.
3. Datuak Rajo Malano dari Pasukuan Melayu.
4. Datuak Bandaro Panjang Jangguk.
5. Datuak Ulak Simano (Laksamana) sebagai pendidiang Niniak Mamak.
Menurut riwayat yang diterima masa Datuak Bandaro Panjang Jangguk sebagai yang dituokan dari enam datuak yang diberi gelar Tuanku Nan Garang.
.

Jelajah Wisata

2.Benteng Tuanku Nan Garang

Nama Objek Wisata : Benteng Tuanku Nan Garang
Jenis : Objek Wisata Sejarah Dan Purbakala
Luas : ± 1,00 Ha
Lokasi : Jorong Tigo Balai Kenagarian Lubuak Tingkok Kecamatan Harau
Jarak dari IKK : ± 10,00 Km
Jarak dari IK Provinsi : ± 140,00 Km
Sarana transportasi yang tersedia ke objek wisata : Kendaraan roda dua dan roda empat Taksi, Oplet, Ojek dan Becak Wisata
Fasilitas Objek Wisata : 1. Kopel-kopel,
2. Area parkir,
3. MCK Menhir
Kegiatan yang bisa dilakukan : Penelitian benda sejarah dan melihat pemandangan alam
Narasi Objek Wisata : Kawasan Benteng Tuanku Nan Garang berada di kaki Bukit Bungsu yang agak terpisah dari pemukiman penduduk. Kawasan ini merupakan daerah batas antara Nagari Lubuak Batingkok dan Nagari Taeh Bukik yang ditandai dengan batang aur yang ditanam disepanjang perbatasan tersebut. Kawasan Wisata Benteng Tuanku Nan Garang mempunyai pemandangan alam sekitar yang masih alami, bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Namun areal objek belum terbina dengan baik, dimana areal objek belum punya pagar, masih dikelilingi rumput. Didalamnya masih ada peninggalan batu-batu benteng.
Tuanku Nan Garang, adalah salah satu tokoh Paderi yang taat dalam mengembangkan ajaran Islam di Luhak Lima Puluh Kota dan ditakuti oleh Belanda. Sewaktu Residen Sumatera Barat Mac.Gillavri mengunjungi Benteng Tendikir di Tanjung Alam, Tanah Datar pada tanggal 9 Oktober 1829, ia berkirim surat kepada Tuanku Nan Garang, yang intinya mengajak Tuanku Nan Garang dan pengikutnya bersatu dengan Belanda untuk menghadapi kaum Paderi.
Surat Residen dibalas oleh Tuanku Nan Garang menyatakan bahwa mereka tidak perlu diganggu dulu, karena rakyat Luhak Lima Puluah Kota dengan ajaran Islam telah hidup dengan aman dan tentram.
Pada Tanggal 17 dan 18 Oktober 1832 Belanda memperluas wilayahnya di Luhak Lima Puluh Koto , penyerangan suatu kampung dilereng Gunung Bungsu yaitu Koto Tangah Lubuak Batingkok rakyatnya dibawah pimpinan Tuanku Nan Garang masih belum mau menyerah kepada Belanda , sehingga terjadi pertempuran yang sengit di kaki Gunung Bungsu .
Pada tangal 19 Oktober 1832 dengan pasukan yang kuat Belanda menyerang Koto Tangah. Untuk merampungkan pertahanan Tuanku Nan Garang pemimpin yang cukup taktis dan cerdik mengajak tentra Belanda untuk berunding diluar parit pertahanan kampung. Perundingan yang disengaja untuk mengulur waktu itu tetap saja tidak mendatangkan hasil. Merasa dipermainkan tentera Belanda lalu menyerang dengan segenap kekuatan dan persenjataan yang ada.
Walaupun ditembaki dengan meriam dan periuk api tapi benteng Tuanku Nan Garang tetap bertahan. Benteng Koto Tangah yang dikelilingi parit dan aur berduri ini baru dapat ditaklukan Belanda setelah didatangkan bala bantuan tentara dan senjata berat dari Payakumbuh. Sebagai balasan atas perlawanan ini Belanda membakar kampung Koto Tangah. Tuanku Nan Garang dan pengikutnya mundur kearah utara.Untuk menaklukkan benteng Tuanku Nan Garang ini selama 4 hari (19-22 Oktober 1832) di pihak Belanda banyak yang mati.
.
Peluang Investasi : Sarana akomodasi

3.Situs Maek

Nama Objek Wisata : Situs Maek
Jenis : Objek Wisata Sejarah Dan Purbakala
Luas : ±      Ha
Lokasi : Nagari Maek
Jarak dari IKK : ± 30,00 Km
Jarak dari IK Provinsi : ± 170,00 Km
Sarana transportasi yang tersedia ke objek wisata : Kendaraan roda dua dan roda empat,ojek
Fasilitas Objek Wisata : 1. MCK Menhir
Kegiatan yang bisa dilakukan : Penelitian benda sejarah dan melihat pemandangan alam
Narasi Objek Wisata :
Di nagari/desa ini dapat disaksikan pemandangan kumpulan batu-batu menhir dengan latar belakang perkebunan tanaman gambir yang menyerupai panorama perkebunan teh di daerah Puncak, Jawa Barat. Karena pemandangan inilah, pada tahun 1981 desa Mahat dimasukkan dalam salah satu obyek wisata dari 73 obyek wisata di kabupaten ini.
Menurut sebagian sejarawan, Minanga Tamwan berada di hulu sungai Kampar, di sebelah timur kabupaten Lima Puluh Kota. Daerah ini tercantum dalam Prasasti Kedukan Bukit sebagai daerah asal Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Dalam prasasti tersebut Dapunta Hyang membawa 20.000 tentara dengan perbekalan sebanyak dua ratus peti berjalan dengan perahu, dan yang berjalan kaki sebanyak seribu tiga ratus dua belas orang. Tambo Minangkabau mencatat bahwa Dapunta Hyang turun dari Gunung Marapi ke Minanga Tamwan dan keturunannya meluaskan rantau ke selatan Sumatera.[1] Minanga Tamwan atau Minanga Kabwa diperkirakan merupakan asal usul nama Minangkabau.


1. Lembah Harau

Sebelumnya saya juga telah membuat di 10 Tempat Wisata Yang Harus Sobat kunjungi ketika ke Sumatera Barat dan salah satunya juga LEMBAH HARAU, dan kali ini saya juga memasukan di daftar utama saya untuk 10 Air Terjun Terindah Di Kabupaten Lima Puluh Kota. Karena Air Terjun di Lembah Harau ini memang sangat memikau sobat. Air Terjun di Lembah harau ini tidak cuman satu yang akan kita temui ketika kita pergi ke Lembah Harau ini.
2. Burai Mungka
Air Terjun Terindah selanjutnya yaitu Air Terjun Burai Mungka, mungkin sobat sudah pada tahu juga air terjun Burai Mungka ini seperti sobat ketahui Air Terjun Burai Mungka ini sudah dikunjungi orang sudah berpuluh-puluh tahun lalau, tetapi sayang sekarang sudah jarang dikunjungi karena jalan untuk menuju ke air terjun burai mungka yang bisa dikatakan sulit, tetapi sebenarnya kalau kita pergi ke air terjun burai Mungka ini, saya rasa tidak akan rugi karena pemandangan yang sangat indah di Air Terjun Buari Mungka ini.
3. Lubuak Bulan Mungka
Yang ketiga masih terletak di Kec. Mungka yaitu Air Terjun Lubuak Bulan Mungka, Jarak antara Air Terjun Burai Mungka dengan Air Terjun Lubuak Bulan ini lumayan jauh. dan untuk menuju air terjun lubuak bulan tidak sesusah untuk menuju air terjun Burai Mungka.
4. Air Terjun Sarasah Barasok
Air Terjun Sarasah barasok, adalah air terjun terindah yang berada di nagari Maek, Sama dengan Air Terjun Burai Mungka untuk menuju ke air terjun ini juga membutuhkan perjuangan, karena letaknya yang lumayan jauh dari pemukiman warga ini. tetapi untuk menuju ke air terjun sarasah barasok ini kita akan dimanjakan oleh pemandangan yang hijau dan indah.

5. Air Terjun Tanjaro
Air Terjun Tanjaro, mungkin ini adalah salah satu Air Terjun yang jarang dikunjungi, bukan karena tidak indah dan bagus ya, kalau tidak indah tidak mungkin juga saya masukan ke dalam daftar 10 Air Terjun Terindah di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tetapi karena Air Terjun ini memang belum banyak diketahui oleh orang banyak. Air Terjun ini masih terletak di Kec. Mungka yaitu di daerah Simpang Kapuak
6. Air Terjun Donat
Air Terjun Donat ?, apa sobat heran dengan namanya ??, Air Terjun Donat ini terletak di Lembah Harau. Karena di Lembah Harau banyak menyimpan air terjun yang sangat indah salah satunya air terjun donat ini, untuk menuju air terjun donat ini kira kira 25 menit dengan jalan kaki, karena untuk menuju air terjun donat ini tidak bisa dimasuki motor. saya rasa masih banyak lainnya air terjun yang berada di lembah harau yang belum di ketahui.
7.  Air Terjun 7 Tingkek
hmmm untuk Air Terjun 7 Tingkek atau Air Terjun 7 Tingkat, ini masih berada di kecamatan Mungka. tetapi untuk menuju Air Terjun 7 Tingkek ini memang butuh perjuangan yang keras untuk menuju air terjun 7 tingkek ini kita harus berjalan kaki sekitar 1-2 jam kedalam hutan dan mendaki bukit. Tetapi untuk sobat yang suka mendaki saya sarankan untuk pergi ke Air Terjun 7 Tingkat ini.
8.  Air Terjun Aia Baba Halaban
Untuk sobat yang suka kedinginan coba kunjungi tempat wistata satu ini, Aia Baba yang terletak di Halaban selatan kota Payakumbuh ini. Karena suasana yang sangat dingin dan serasa mandi didalam es. Dan Panorama yang sangat indah di Aia Baba ini. Karena Airnya yang dingin langsung berasal dari mata air gunung sago dan untuk menuju ke aia baba ini bisa dikatakan cukup mudah karena bisa lalui kendaraan roda dua maupun roda empat. kecuali roda 12 ya.
9. Aia Batu Talanteh
Aia Batu Talanteh yang terletak di Kec. Guguak yang bertetangga dengan kecamatan Mungka. Yang diberikan Aia Batu Talanteh ini ketika kita mengunjunginya adalah pemandangan yang unik, karena air yang melintas di atas batu. Saya rasa ini adalah pemandangan yang sangat unik tapi sayang belum dilirik oleh pemerintah.
10. Air Terjun Sarasah Tanggo
Dan yang terakhir untuk daftar 10 Air Terjun Terindah di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah air terjun yang terletak di Sarilamak ini yang tidak jauh dari Kantor Kabupaten Lima Puluh Kota ini, yang akan menjanjikan pemandangan yang indah dan tempat pemandian yang sangat dingin apalagi langsung diguyur oleh air terjunnya. Pastii sangat memuaskan kita ketika mandi disana. tidak jauh berbeda dengan Aia Baba yang menjanjikan pemandian yang dingin karena Air Terjun Sarasah Tanggo juga berasal Langsung Dari Mata Air

Lembah Harau

Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Lembah Harau dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Lembah Harau juga mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang mempesona. Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter. Air terjun tersebut mengalir dari atas jurang yang membentang di sepanjang Lembah Harau. Inilah objek wisata yang amat terkenal dan menjadi kebanggaan daerah ini. Berlokasi di daerah Sarilamak. Ibukota Kabupaten 50 Kota. Disana anda akan menjumpai lembah yang hijau yang menenteramkan batin. Ada air terjun Sarasah Bunta dan Sarasah Tanggo.
Tempat Wisata Yang Terkenal di Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota)
Tempat Wisata Yang Terkenal di Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota)

Ngalau Indah

Ngalau Indah adalah nama sebuah gua yang berada di lereng perbukitan yang terdapat di Kota Payakumbuh. Objek wisata ini sangat popular di Payakumbuh. Dekat dengan kantor walikota Payakumbuh. Juga dekat dengan perbatasan kota Payakumbuh dengan kabupaten tanah datar. Jadi ketika memasuki kota Payakumbuh dari arah Tanah Datar, Bukittinggi atau Padang maka objek wisata ini yang akan disambangi terlebih dahulu. Ketika memasuki ngalau dan meneruskan jalan setapak kita akan tiba di Puncak Marajo. Disana kita akan dapat melihat suasana kota Payakumbuh dari kejauhan.
Tempat Wisata Yang Terkenal di Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota)

Batang Tabik

Setelah melewati panorama ampangan kearah timur jika diteruskan akan memasuki wilayah Kabupaten 50 Kota. Kita akan sampai di Batang Tabik. Disana ada pemandian umum yang airnya berasal dari mata air yang terus mengalir sepanjang tahun. Airnya sangat jernih dan bening. Jika penat dan gerah dalam perjalanan singgah dulu disana untuk menyejukkan badan.
Tempat Wisata Yang Terkenal di Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota)

Rumah Gadang di Sungai Beringin

Kemegahan rumah asal minang bisa dilihat di Payakumbuh yaitu Rumah Gadang Sungai beringin. Lokasi wisata ini menjadi tempat favorit bagi para wisatawan. Rumah Gadang Sungai beringin berlokasi di sungai beringin. Tidak jauh dari pusat kota Payakumbuh. Jika kesana anda bisa melihat-lihat rumah gadang dan isinya sekalian mengabadikan photo di depannya. Sebagai lokasi wisata yang cukup diminati, Rumah Gadang Sungai Beringin sangat terawat dan terjaga dengan baik. Halamannya sangat tertata apik dan selalu bersih. Tanaman-tanaman nan indah pun tumbuh subur di halamannya.
Rumah Gadang di Sungai Beringin

Kelok Sambilan

Kelok 9 Payakumbuh bukan hanya jalan berkelok yang menghubungkan jalur lintas tengah dan timur Sumatera, melainkan juga objek wisata alam dengan panorama yang memukau. Jalan kelok 9 adalah ruas jalan berkelok yang menghubungkan antara Payakumbuh dan Pekanbaru atau penghubung antar Propinsi Riau dengan Propinsi Sumatra Barat.

Tempat Wisata Yang Terkenal di Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota)
Masih banyak lagi obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Lima puluh kota diantaranya Air Terjun Tanjung Jaro, obyek wisata ini berada di daerah Balai Tampung Pinang Nagari Simpang Kapuak Kecamatan Mungka. Lokasi ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Masih ada lagi obyek wisata alam (Air Terjun) yang menarik untuk di kunjungi yaitu, Air Terjun Lubuak Bulan.

Air Terjun Lubuk Batu Bulan ini mempunyai keunikan tersendiri, dimana kucuran air yang jatuh ke lubuk (kolam) airnya menghilang kebawah.  Fenomena ini dikarenakan dibawah lubuk itu ada goa yang panjang yang langsung menyerap air tersebut. 

Terima Kasih Telah Berkunjung